Rabu, 20 Januari 2010

Tokoh OPM Nicolaas Jouwe: Papua Bagian tak Terpisahkan Indonesia

Selasa, 12 Januari 2010, 17:59 WIB
west-papua.nl


JAKARTA--Tokoh pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicolaas Jouwe (86 tahun) mengaku dirinya kembali ke Indonesia dan akan menetap tinggal di Indonesia setelah selama 40 tahun bermukim di Belanda. Ia juga mengajak seluruh rakyat Papua untuk membangun tanah Papua bersama rakyat Indonesia lainnya.

"Saya pulang ke Tanah Air Indonesia untuk selama-lamanya," katanya saat konferensi pers usai rapat dengan Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono dan Menteri Perhubungan (Menhub), Freddy Numberi di kantor Menkokesra, Jakarta, Senin (12/1).

Ia menegaskan OPM dan Indonesia sama-sama merupakan bangsa Indonesia. Dan tidak lagi membicarakan masalah pertentangan Papua dan Indonesia. "Papua merupakan daerah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tanah Air Indonesia yang wilayahnya dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya.

Kini, kata Nicolaas, saatnya untuk membicarakan program-program untuk membangun tanah air ini. "Saya bangga Indonesia merupakan negara empat terbesar didunia dan negara Islam terbesar. Mari kita bangun tanah air kita," ajaknya.

Nicolaas menyatakan bahwa suara-suara yang dilontarkan menuntut kemerdekaan oleh mereka yang masih mengaku sebagai anggota OPM hanya omong kosong belaka. “Itu hanya suara anak-anak muda yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berteriak, ‘OPM, OPM merdeka, padahal tidak tahu apa-apa,” ujar Nicolaas.

Menhub, Freddy Numberi sebagai anak kelahiran Papua mengatakan seperti halnya dengan persoalan di belahan dunia lainnya, yang terjadi di Papua juga masalah perut. “Terima kasih dibawah pimpinan SBY, tokoh ini (Nicolaas) bisa kembali ke tanah air setelah lama tinggal di Belanda. Intinya orang-orang yang mengaku OPM tersebut tidak puas dengan ekonomi. Yang penting kita pikirkan bagaimana membangun Papua," katanya.

Indonesia juga telah memberikan dana sebesar Rp 22 Triliun untuk membangun Papua. "Papua harus sejahtera. Pemerintah Pusat harus memikirkan bagaimana mendrive pembangunan di Papua lebih baik lagi, hampir semua bupati dan gubernur orang Papua," ujarnya.

Menkokesra, Agung Laksono mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi dengan Nicolaas Jouwe. Menurutnya yang bersangkutan telah bertekad untuk bersama-sama rakyat membangun daerah yang dulu bernama Irian Jaya atau Irian Barat tersebut, serbagai bagian mutlak dan tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami bersama Menhub mengajak masyarakat Papua membangun kembali Papua kedepan. Kita merupakan satu kesatuan dari Sabang sampai Merauke berpijak pada demokratisasi dan keadilan," katanya.

Agung menegaskan tidak ada yang pemerintah janjikan pada tokoh OPM ini. Pemerintah hanya ingin Papua menjadi bagian integral, menjadi satu bangsa. Semakin kokoh dengan kesatuan Indonesia. "Kami bertemu untuk membicarakan hal yang baik kedepan," katanya.

Red: krisman
Reporter: Desy Susilawati

sumber : http://www.republika.co.id/berita/100792/papua_bagian_tak_terpisahkan_indonesia

2 komentar:

  1. saya suka postingan ini....intinya sekarang kita sama2 membangun papua untuk menjadi lebih baik, lebih sejahtera.,,bkn bgtu pak admin??

    BalasHapus
  2. Itu karena dia mulai tua jadi dia pikir berjuang itu percuma sj alias dia hanya pikir diri sendiri.,ko zu tua biar ko pikir anak cucu pu nasip boleh pa nanti bagus.

    BalasHapus