Rabu, 20 Januari 2010

TOKOH OPM Pulang Kampung, Jouwe Ajak Bangun Papua

Rabu, 13 Januari 2010

JAKARTA (Suara Karya): Tokoh pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama 40 tahun bermukim di Belanda, Nicholaas Jouwe (85) menyatakan siap meninggalkan Belanda dan pulang ke Tanah Air Indonesia untuk selama-lamanya. Ia juga mengajak seluruh rakyat Papua untuk membangun tanah Papua bersama rakyat Indonesia lainnya.

"Papua merupakan daerah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tanah Air Indonesia yang wilayahnya dari Sabang hingga Merauke," kata Nicholaas, menjawab pertanyaan wartawan, usai diterima Menko Kesra Agung Laksono, di Kemenko Kesra, Selasa.

Nicholaas memang sudah sangat rindu pulang ke kampung halamannya. Apalagi pada Maret 2009 lalu, dia bersama dua anaknya menyempatkan diri mengunjungi kampung kelahirannya di Pulau Kayu yang terletak berhadapan langsung dengan Kota Jayapura. Pada Maret 2009, Nicholaas setelah mengunjungi Tanah Papua dan hendak kembali ke Belanda menyempatkan diri beraudiensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

Dengan tegas Nicholaas menyatakan, suara-suara yang dilontarkan oleh mereka yang masih mengaku sebagai anggota OPM hanya omong kosong belaka. Itu hanya suara anak-anak muda yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berteriak, OPM, OPM merdeka, padahal tidak tahu apa-apa," ujar Nicholaas yang duduk diapit oleh Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Dia menyebutkan, seperti halnya dengan persoalan di belahan dunia lainnya, yang terjadi di Papua juga masalah perut. "Untuk itu, saya senang pemerintah Indonesia tak henti-hentinya membangun Tanah Papua demi kesejahteraan rakyatnya. Kita ini satu bangsa, dan satu negara Indonesia yang berwilayah dari Sabang hingga Merauke," katanya menambahkan.

Isu Kesejahteraan

Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono mengemukakan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Nicholaas Jouwe dan yang bersangkutan telah bertekad bersama-sama rakyat membangun daerah yang dulu bernama Irian Jaya atau Irian Barat tersebut, sebagai bagian mutlak dan tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan penuh keakraban bernada canda, Agung Laksono mengomentari Nicholaas. "Pak Nicholaas tadi sengaja kami suguhi makan siang dengan menu Indonesia. Katanya sotonya nikmat sekali," ucap Menko Kesra.

Di tempat yang sama, Freddy Numberi menyebutkan, berkat kepemimpinan Presiden SBY Nicholaas Jouwe bisa pulang ke Tanah Air setelah sekian lama berada di Negeri Belanda. "Intinya, pada waktu itu, mereka meninggalkan Indonesia karena rasa tidak puas akibat masalah ekonomi," kata Freddy.

Karena itu, pemerintah saat ini telah bertekad membangun Papua dari ketertinggalannya dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Pemerintah, menurut Freddy, setiap tahun menganggarkan dana sekitar Rp 22 triliun untuk membangun Papua. "Begitu besar dana yang digulirkan untuk membangun Papua ini guna menjawab tantangan masyarakat yang tidak puas akibat masalah ekonomi.

"Jika rakyat Papua talah sejahtera dan perutnya telah terisi dengan baik dan anak-anak dapat sekoilah, maka teriakan merdeka makin lama akan makin redup," katanya. (Singgih BS)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=244078

1 komentar:

  1. Selamat bergabung kembali Pak Nicholas, semoga kepulangan Bapak akan memberikan manfaat bagi penduduk Indonesia pada umumnya dan penduduk Papua pada khususnya dalam menciptakan perdamaian dan pembangunan....

    BalasHapus